Kasus Perbudakan Seks Mahasiswa Solo [3]

bercintaMelanjutkan kisah yang kemarin [1] [2], mengenai sepuluh anak yang lucu-lucu (baca: mahasiswa nakalnya keterlaluan) hari ini masih ada berita kelanjutannya. Dan bukan ngeledek, mereka memang lucu-lucu. Udah berani main gitu-gituan ternyata masih anak mami banget. Pada nangis di-interogasi Pak Polisi. Aseli, gw nggak bisa ngebayangin bagaimana hancurnya ahti orang tua mereka … (sambil berdo’a: Ya Alloh …  jangan sampai anak turunku ada yg ngelakuin kayak gitu ..!). Ini dia berita di hari ke-3:

[ Rabu, 25 Juni 2008 ]
Dijenguk, Mahasiswa Cabul Menangis

SOLO – Selain melibatkan lima mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS), kasus perbudakan seks mahasiswi selama 1,5 tahun juga melibatkan mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.

Aji, 18, mahasiswa semester IV Unisri itu adalah yang terakhir menyerahkan diri ke polisi. Warga Jenawi, Sragen, itu kemarin pun menjalani pemeriksaan intensif di satreskrim poltabes. Dia diperiksa seperti 8 tersangka lainnya yang telah ditahan.

Kemarin, Aji memang mengaku baru sekali mencumbui Nita, 19, (nama samaran), pelapor kasus pemerkosaan ke Poltabes Solo. Dia terbujuk terbujuk rayuan teman-temannya, yang telah meniduri Nita.

Karena itu pula dia nekat menghubungi Nita, untuk diajak berkencan. Gayung pun bersambut. Nita mengiyakan ajakan itu. Lantas, mereka berdua berkencan di kos Ad, di Kentingan, Jebres, Solo. “Baru sekali itu, Pak,” katanya, sambil menunduk.

Aji kemarin memang lebih banyak menunduk tanda menyesal sewaktu diperiksa. Terlebih lagi ketika dia ditanya soal tanggapan orang tuanya atas kasus yang menimpanya. Dia mengatakan orang tuanya sangat kecewa.

Ibunya, ujar Aji, sangat sedih. Bahkan, Aji mengaku saat mengunjunginya, sang ibu nyaris tak berhenti menitikkan air mata. “Saya juga sudah minta maaf. Terutama sama ibu saya,” lanjutnya, sembari tetap menunduk.

Ditanya bagaimana nasib kuliahnya, dia tidak menjawab. Dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tetap menunduk, menatap lantai keramik Mapoltabes Solo. Aji juga tetap tak menjawab pertanyaan kemungkinan pemecatan dari kampus. Dia hanya menyesal, karena telah ikut-ikutan ulah teman-teman sebayanya yang berbagi tubuh Nita. “Saya menyesal, menyesal” ucapnya singkat, berulang kali.

Haru biru pertemuan para orang tua dengan tersangka dibenarkan seorang penyidik di unit RPK (Ruang Pemeriksaan Khusus) Perempuan dan Anak Poltabes Solo. Hampir setiap orang tua tersangka, terutama sang ibu, pasti menangis meratapi ulah anak-anaknya yang berujung di tahanan. “Ya, semua tangisan. Saat ibunya menangis, para pelaku juga ikut menangis,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nita, 19, (nama samaran), mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Solo selama hampir 1,5 tahun menjadi budak nafsu 10 orang. Lima diantaranya mahasiswa. Tidak tahan menjadi budak nafsu yang tak kunjung usai sejak akhir 2006, beberapa hari lalu gadis asal Karangpandan, Karanganyar, itu pun melapor ke Poltabes Solo.

Malam harinya (21/6) setelah pelaporan, tujuh di antara sepuluh pemuda itu diringkus polisi. Lima di antaranya adalah mahasiswa perguruan tinggi negeri di Solo. Sedang, dua pemuda lainnya adalah sopir dan tukang ojek. Polisi masih mencari tiga pelaku lainnya.

Kemarin, jelas terungkap bahwa 5 dari 10 pelaku adalah mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Hal ini terungkap, setelah perwakilan pihak rektorat UNS mendatangi Poltabes Solo, dan melihat langsung wajah para pelaku, kemarin (24/6). Tapi, pihak rektorat tidak jadi memberi sanksi pemecatan kepada mereka.

Kelima pelaku tersebut berasal dari dua fakultas yang berbeda, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Seni Rupa, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Diploma 3. “Satu diantaranya sudah semester VII, yakni Ard. Sedangkan yang lainnya masih duduk di semester IV,” terang Pembantu Rektor (Purek) III UNS, Dwi Tiyanto, usai menengok pelaku di Poltabes Solo, kemarin.

Meski telah terbukti para pelaku adalah mahasiswa UNS, pihak universitas belum menjatuhkan vonis pecat kepada para mahasiswa mesum itu. Sebab, kasus ini masih ditangani polisi dan belum sampai ke meja hijau. Sehingga, kelima pelaku hanya dinonaktifkan dari perkuliahannya selama mengikuti proses hukum.

Dwi telah mengetahui dari kapoltabes, bahwa masing-masing pelaku diancam pasal berlapis. Baik pasal tentang pemerkosaan maupun ancaman kepada korban. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun untuk perkosaan dan 9 tahun untuk unsur mengancam.

Tapi, pihak UNS masih tetap mengikuti proses persidangan hingga vonis benar-benar dijatuhkan ke pelaku. Sebab, realisasi hukuman bisa saja hanya satu atau dua tahun saja. Dengan demikian, mahasiswa diperkirakan masih bisa keluar dan kuliah lagi. “Kami tetap melakukan pembelaan terhadap mahasiswa kami itu,” terangnya.

UNS pun telah menyiapkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) UNS untuk mendampingi mereka. Tujuannya, agar vonis hukuman yang dijatuhkan kepada para pelaku lebih ringan. Sehingga, Gus dkk masih bisa mengikuti proses perkuliahan.

Tapi, walaupun masih bisa kuliah, UNS tetap menggelar sidang kode etik mahasiswa kepada yang bersangkutan. Sebab, ada beberapa sanksi yang harus dijatuhkan dari kampus kepada pelaku,” terang Dwi. Sanksi itu tidak berujud pecat. Sebab, hukumannya sudah dijalani mereka, hasil vonis di persidangan umum.

Dwi juga menyayangkan pihak keluarga pelaku maupun korban tidak menghubungi pihak rektorat UNS. Sebab, keluarga pelaku bisa meminta bantuan hukum kepada kampus, seklaigus memastikan bahwa mereka benar-benar mahasiswa UNS.

Di sisi lain, hingga kemarin siang polisi belum bisa menemukan Kw. Dia adalah buronan terakhir kasus perbudakan seks terhadap Nita. Polisi menyatakan Kw kabur ke luar kota. Polisi juga masih berupaya melacak gambar bugil Nita, di dua CPU komputer yang kemarin disita. (aw/un/tej)

Pesan Buat Mahasiswa:

Sekolah yg bener, asah pola pikir dewasa, bertanggung jawab, and mandiri. Free sex (apalagi di kost-kostan) itu kelakuan PECUNDANG !!! Nikah cepet itu lebih baik !!! Ndidik lo lo pade lekas dewasa! Cieeeee ..!

23 Tanggapan

  1. Errr… Parah amat yak..

    Saya juga mahasiswi tapi ga pernah dipake jadi tambah kesian aja sama itu cewek.

  2. walah ada part 3 nya

  3. Satu kata : Potong kemaluan SEMUA pelaku pemerkosa ini!

  4. Kalo ampe 1,5 tahun mjadi budak seks, ada apa dengan mahasiswinya ????

  5. Yap, potong kemaluannya dan jadikan sop terpedo !!!!

  6. Ya ampunnn.. ada ya orng kaya gitu.. makin ancurr aja..

  7. hehehe…semoga saja mindset masyarakat umum juga masih bener sehingga tidak menjudge bahwa semua mahasiswa seperti itu.

  8. weleh weleh, inilah akibat salah persepsi yg terjadi pada sel otak mahasiswa kita sekarang yah, sungguh mengenaskan kelakuan “mereka” !!! semoga disadarkan dan sadar diri !!!

    salam
    http://errinaproject2008.wordpress.com

  9. tolong dong itu anak jng pada dibelain..
    apalagi pihak UNS nya,orang2 kyk gtu jng di ksihanin..
    udah DO aja tz bantu polisi utk jeblosin bangsat2 itu ke penjara..

  10. Aku setuju akan hukuman yang di bilang forum, mahasiswa fkip kok kya gtu? apa mo jd guru cabul?
    dasar malu2in kampus aja…….

    tapi aku juga ga hanya menyalahkan pihak pemerkosa aja.

    si korban juga, kenapa bisa diperkosa sampai lama bgt gtu?
    lo kan mahasiswa (orng yg memiliki intelektualitas), kenapa dudut gtu? dah dudut bego lagi. pa jangan2 lo juga doyan n menikmati persetubuhan itu?

    dan yg terakhir wa menyalahkan akan model dan gaya mahasiswa/i sekarang.

    klo berpakaian jgn seronok gitu, ga ada guna? yg ada mlh jd nafsu.
    lo para mhswi, klo mo gaul ngaca dulu. pantes ga buat tampang2 kya lo? model kyak wanita murahan kok di banggain. klo kasusnya dah kya gini siapa yg mo disalahin?

    maka dari itu, kita orng timur jangan sok ikut2an budaya barat. OK
    NICE n HARUS bangga pd budaya sdiri

    salam sejahtera

  11. buat mahasiswa indonesia
    makin kreatif
    makin ngegemesin
    makin brutal
    makin …………………..
    tp sip
    MAHASISWINYA????

  12. [...] Namun, memang syetan itu menjadi pihak ketiga (yang turut membangkitkan nafsu syahwat) bila sepasang cowok-cewek berduaan di tempat yang sepi tanpa [...]

  13. semuanya pantes dapat hukuman klo bisa dihajar rame2 ampe mampus.malu-maluiin itu orang

  14. pergaulan muda-mudi / siswa dan mahasiswa Indonesia sudah rusak parah.

    Penelitian di Jogya dulu juga pernah mengatakan bahwa:

    “90% mahasiswi di Jogya sudah tidak perawan lagi”

    Lihat saja gaya pakaian mahasiswi di kampus
    tidak ada beda dengan ayam kampung dan PSK
    kuliah pake you can see
    udhel/pusar dan anu nya hampir keliatan semua

    anehnya…
    belum ada satupun perguruan tinggi (negeri dan swasta)
    yang mengatur masalah pakaian ini
    termasuk FKIP/IKIP yang mencetak kader guru.

    INDONESIA SUDAH RUSAK PARAH
    YANG LEBIH PARAH LAGI
    GUS DUR DAN KONCO2 NYA
    TIDAK SETUJU DIBERLAKUKAN UU ANTI PRONOGRAFI

    COBA GUS DUR BISA LIHAT…
    MUNGKIN GUS DUR AKAN NYURUH WANITA ITU
    PAKE CADAR SEMUA.

  15. ckckck……..

  16. hidup MAHASISWA!!!!!
    mahasiswi jg

  17. Hei dewi cinta kalau ada lelaki yang memang pemerkosa . Lue mau nggak kebagian hak buat nyiksa. Kalau loe lihat Ia diikat di pohon bambo. Alat siksanya mililh penjepit bambu atau benda tajam lain ? Balas

    kirim saran ke email gua

  18. Pro Justisia alo lo mau kebagian nyiksa sipemerkosa

  19. Yuyun Estriyanto berlebihan tuh

  20. saya kira semua tergantung dari pribadi masing-maing. mau pakaian seksi itu hak mereka, pikiran jernih akan tetap jernih walau banyak godaan. jangan menyalahkan orang lain yang ingin berpakaian seksi, mungkin dia suka, kemudian melegalkan kelemahan diri yang sulit mengontrol emosi.

    jadi mahasisnya itu memang berat. mandiri. silahkan pilih jalan: jalan baik, jalan buruk. semua tahu akibatnya. tapi sebelum memutuskan, ingat kuliah iti biayanya besar, ingat masa depan, kalaupun anda tak ingat tuhan, ingat orang tua dan keluarga. jadilah manusia bertanggungjawab.

  21. subkioke, loe kira lo sdh benar ??? DOSA LOE AJA BANYAK…jangan menghina GUS DUR…apa yang dikatakan GUS DUR itu benar karena dia menghargai agama lain YANG ajaran tidak menggajarkan untuk berbuat jahat dan menindas yg lain kecuali loe AJA dgn AMROZI CS yg udah mati tuuuuuu…MUDAH2AN LOE BISA NYUSUL AMROZI….

  22. kayak gini dibilang terpelajar???

Tinggalkan Balasan