Kasus Perbudakan Seks Mahasiswa Solo [2]

Lanjutan dari dari berita [1], Radar Solo hari berikutnya :

[ Selasa, 24 Juni 2008 ]
Terbukti, UNS Pecat Mahasiswa

SOLO – Dua buron perbudakan seks terhadap Nita, 19, (nama samaran) mahasiswi Solo asal Karanganyar, kemarin (23/6) menyerahkan diri. Sementara itu, Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) siap memecat para mahasiswanya, yang terlibat dalam perbudakan seks selama 1,5 tahun itu.

Pembantu Rektor (Purek) III UNS, Dwi Tiyanto, mengatakan kasus perkosaan ini sudah didengarnya sejak Sabtu pekan lalu (21/6). Sebab, dua hari berturut-turut pihak kepolisian mencari mahasiswa UNS di kampus, yang diduga telah berbuat asusila kepada Nita. “Polisi mencari ke UNS, sesuai dengan keterangan pelapor,” kata Dwi, di kantor Humas UNS, kemarin (23/6).

UNS menerima keterangan dari polisi bahwa para mahasiswa itu berasal dari Fakultas Sastra dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dwi langsung mengecek ke para pengajar di fakultas masing-masing. Selama pencarian itu pihaknya kesulitan. “Nama-namanya singkat, seperti Ags, Ad, dan seterusnya. Itu membuat kami kesulitan mengecek keberadaan yang bersangkutan,” tuturnya.

Ada nama Ad, yang kuliah di jurusan Seni Rupa Fakultas Sastra. Tapi, setelah dicocokkan dengan polisi, nama itu tidak cocok dengan di foto di polisi dan keterangan pelapor. Informasi mahasiswa kembar yang ditangkap polisi pun dicek di FKIP. Namun, keduanya tidak tercatat sebagai mahasiswa. “Kami sudah ubres di jurusan dan program studi (prodi) manapun, tidak ada yang namanya si kembar itu, informasinya juga kurang jelas,” kat Dwi.

Dwi juga kesulitan membantu polisi mengidentifikasi nama-nama yang disebutkan itu. Sebab, data yang diberikan polisi singkat. Dia pun menanyakan laporan yang baru disampaikan Nita setelah 1,5 tahun. “Saya juga prihatin. Mahasiswi kok diperas kehormatannya, dijadikan budak. Ternyata diancam akan disebarkan foto bugilnya, jika tidak mau melayani nafsu bejat pelaku,” tuturnya prihatin.

Untuk itu, pihaknya siap membantu polisi mengungkap kasus ini. Meski secara total membantu polisi, Dwi masih belum percaya kalau pelakunya dari UNS. “Kami akan cek dulu para pelaku di Poltabes. Siapa tahu mereka mengaku-aku sebagai mahasiswa UNS,” terang Dwi.

Jika pelakunya benar asal UNS, pihaknya tidak segan-segan menindaknya. Mereka akan disidang di sebuah persidangan kampus. Laiknya persidangan umum, ada penuntut, majelis hakim, dan penasehat (pembela). “Untuk pembelanya dari mahasiswa. Majelis hakim dan penuntutnya dari rekorat,” bebernya.

Hal ini diterapkan untuk mengantisipasi gugatan dari mahasiswa. Sebab, ada peristiwa yang mengejutkan di sebuah perguruan tinggi negeri. Di mana, mahasiswanya menggugat rektorat gara-gara dipecat sepihak. Maka, UNS pun memberlakukan sidang kampus bagi mahasiswa yang melanggar kode etik di kampus. “Jika terbukti memperkosa, vonisnya pecat,” tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nita, 19, (nama samaran), mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Solo selama hampir 1,5 tahun menjadi budak nafsu 10 orang. Lima diantaranya mahasiswa. Tidak tahan menjadi budak nafsu yang tak kunjung usai sejak akhir 2006, beberapa hari lalu gadis asal Karangpandan, Karanganyar, itu pun melapor ke Poltabes Solo.

Malam harinya (21/6) setelah pelaporan, tujuh di antara sepuluh pemuda itu diringkus polisi. Lima di antaranya adalah mahasiswa perguruan tinggi negeri di Solo. Sedang, dua pemuda lainnya adalah sopir dan tukang ojek. Polisi masih mencari tiga pelaku lainnya.

Sementara, kemarin End, 20, dan Aji, 21, menyusul ketujuh orang yang telah lebih dahulu ditangkap. End, warga Jatiyoso, Karanganyar, yang tinggal di Yogyakarta menyerahkan diri ke Mapoltabes Solo, Minggu (22/6) malam.

Sedangkan Aji, mahasiswa perguruan tinggi swasta asal Jenawi, Sragen, menyerahkan diri ke Polsek Jatipuro, Karanganyar, siang hari sebelumnya. Dengan penyerahan diri dua pemuda tersebut, polisi kini tinggal memburu Kw.

Kasat Reskrim Poltabes Solo Kompol Syarif Rahman SIK menyambut baik penyerahan dua pemuda yang memang tengah dicari itu. Kemarin siang, dia juga mengimbau agar Kw segera menyerahkan diri, seperti yang dilakukan End dan Aji.

Keduanya pun langsung diperiksa dan dijebloskan ke ruang tahanan, bergabung tujuh rekannya yang telah diringkus. “Mereka juga mengaku ikut menggagahi korban. Kw masih kami kejar. Akan lebih baik kalau dia segera menyerahkan diri,” katanya.

End mengaku ikut menggagahi Nita sebanyak empat kali. Sedangkan Aji baru sekali menikmati tubuh putih mulus mahasiswi semester empat tersebut. Sama seperti tersangka lainnya, mereka membantah memaksa Nita untuk mau diajak bersetubuh.

Mereka menyatakan hubungan badan itu terjadi atas dasar suka sama suka. End terakhir menggauli Nita akhir Januari lalu. Selanjutnya, dia mengaku tidak pernah bertemu gadis itu lagi, karena dia bekerja di sebuah kafe di Jogjakarta.

Syarif juga telah menyita seperangkat komputer dari kos Ad, dan beberapa unit ponsel hand milik para pelaku. Komputer itu pernah digunakan untuk menyimpan foto bugil Nita, yang selanjutnya digunakan untuk memeras layanan seks darinya.

Hanya saja, saat disita kemarin,foto telanjang Nita sudah tak ada lagi. “Akan kami lacak dengan teknologi. Mungkin masih bisa kami temukan. Kalau ponsel itu adalah sarana yang digunakan para pelaku untuk menghubungi korban,” lanjut Syarif. (aw/un/tej)

29 Tanggapan

  1. mahasiswa bejat :mad:

    jangan-jangan karena gurunya juga :?:

    bagaimana tautan dengan smp 1 pamekasan yang ada foto guru wanita tak berpakaian ?

    mantabs … bener-bener investigasi niy

  2. sebagai mahasiswa UNS, aku malu! DAN SUNGGUH MALU. kALAU memang benar itu mahasiswa UNS, maka selain dipecat. Di RAJAM aja itu semua mahasiswa GILA.

  3. busyet dah,, kayaknya uda terjadi pergeseran moral nih

  4. huhhh parahhh

  5. wah mas klo aku hukum yang paling tepat buat mereka
    klo aku potong aja “anu nya” biar kapok
    nah ni sebagai wacana klo para wanita harus berani klo ada masalah seperti ini.

  6. Mahasiswa sontoloyo, menyusahkan orang tua aja. Mana prestasimu…bahlul. Menambah rusak bangsa.

  7. mahasiswa juga manusia..
    sama seperti saya hehehe….
    tapi saya tidak sex bebas hehehe…

  8. weeeewhhh… buseeeet… busyet… tambah maju jaman ini malah tambah gak bermoral..

  9. [...] Kasus Perbudakan Seks Mahasiswa Solo [2] [...]

  10. seks? sesuatu yang katanya bisa menghantarkan kita kepada surga dunia. Tapi kalau mau masuk surga dunia tanpa mengikuti aturan yang ada? PENTUNG aja…!!!

  11. ooowalaaaaaaah………… ndok, kok goblok koe iku. diobok-obok ama anak laki kok mau… wanita gak tegas kamu itu………… oooooooowaalaaaaaaaaaaaah.. kalau jadi wong wedok iku, kudu berani, apalagi ama perbuatan mesum gitu.
    kamu udah malu-malu in, temanmu, kampusmu dan lebih sdih lagi orang tuamu, ngerti ndooooooook.
    wanita goblooooooooooooooooook.
    gateeeeeeeeel..

  12. =))
    Hahaha … Sabar Mas, .. Sabar Mas …
    lha yo to,.. itu rak jenenge’ salah pergaulan to? moso iso kumpoel karo cah lanang2 sing koyo ngno! Ck ck ck ..
    piye to Cah,.. Cah … !

  13. Seks ternyata sudah bermutasi menjadi perbudakan dan pemaksaan.. Saya kira itu yang saya bisa lihat..

  14. mesakke mahasiswaku kuwi jeh sing diperkoas….

  15. [...] semua laki-laki libidonya naik bila melihat cewek bugil, apalagi berpakaian lengkap. Namun, memang syetan [...]

  16. memang mahasiswa ngak punya otak… bikin malu kota jatipuro. jujur itu semua teman2 saya,tp setelah mengetahui sifat bejat dia jadi ngak respek lg. saya jd malu klu ditanya asal dr mana???
    dihukum aja tu pak polisi,ngak usah dikasih keringanan. yang kuliah dipecat j dr kampus secara tidak hormat,percuma kuliah ngak punya otak!!!!
    dah biikin malu !!!!!
    ni sekalian namanya arda angi adi qomar latif endro aji !!! mana otak kalian????dah bikin malu kota jatipuro!!!!

    MANA OTAK KALIAN ?????? PIKIR KELUARGA LO !!!!

  17. Mendengar UNS sebagai lembaga pendidikan mau melakukan pembelaan thd mahasiswa nya dng menyatakan meragukan bahwa foto bugil Nita adalah bukan paksaan sebagaimana yg disangkakan o/ polisi,saya berpendapat sebaiknya UNS mengurungkan niat nya tsb,sebab dari segi moral pun sebenarnya tindakan mahasiswa tsb sudah tdk bisa dibenarkan; Alangkah baiknya UNS sebagai lembaga pendidikan malah justru menganjurkan mahasiswa nya bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya,dengan demikian mengajarkan kepada bangsa ini,bahwa setiap tindakan yang dilakukan ya seharusnya dipertanggung jawabkan,bukan diajarkan sesuatu yang malah mengaburkan konteks permasalahan yang terjadi.

  18. Biarkan dulu kasus ini diproses oleh pihak kepolisian, kita menunggu hasilnya saja. Ini kan kasus kriminal, antara pelaku dan yg dilanggar adalah hukum negara. Meskipun pelakunya adalah mahasiswa, akan tetapi ini bukan kejahatan akademik sehingga menurut saya, biarkan aja dulu diurus oleh yg berwenang hingga mendapat putusan akhir. UNS diam aja dulu, ngapain mbelain pelaku kejahatan ??? Maksa atau nggak itu khan kejahatan ..

    Nah,.. kalo sudah ada keputusan hukum, maka putusan hukum itu yg dijadikan dasar pemberian sanksi kepada mahasiswa ybs. Sanksi akademik yg diberikan sesuai dengan aturan yg berlaku di UNS (sementara itu pelaku pasti jg mendapatkan sanki hukum hasil persidangan). Nah,.. kalo mahasiswa (BEM) menuntut keputusan UNS, tuntut dulu itu hasil persidangan, suruh ngubah (kalo bisa). Yg jelas UNS punya aturan baku, jika mahasiswa melakukan kejahatan seperti ini, maka sanksinya adalah seperti ini … gitu aja kok repot! … itu sih versi saya! :D

  19. aku merasa ceweknya disergap pas dikos,jadi aku merasa ceweknya bener dipaksa,klo gitu burungnya para pemerkosa harus dipotong-potong,klo perlu dirajang aja biar ga masuk ke sarangnya orang laen lagi secara sembarangan,aku yo mau ama cewek tapi tak jaga barangku gak koyok mahasiawa BEEJJAAAATTTT….iku!!!!

  20. loh, Mas Ganteng .. ! Jangan dirasa loh! Dibaca ! Itu emang di kost,.. tapi di kost si Cowok!
    Nggak ngikuti y a??? hayooo ….

  21. Dasar mahasiswa GOBLOK, pikir sik sebelum bertindak. Ora bertindak sik lg mikir,!!. Utekmu nangendi ? Nang “barang” mu po piye?. Ngizin ngisini wae :@

  22. Setuju ngga ama guwe, Hukuman mati buat pelaku!!!!Hukuman mati buat pelaku!!!!Hukuman mati buat pelaku!!!!Hukuman mati buat pelaku!!!!Hukuman mati buat pelaku!!!!Hukuman mati buat pelaku!!!!Hukuman mati buat pelaku!!!!Suruh Sodomi homoseks saja!!!!!!Suruh Sodomi homoseks saja!!!!!!Suruh Sodomi homoseks saja!!!!!!Suruh Sodomi homoseks saja!!!!!!

  23. bejat moralnya. coba pelaku bayangin yang digitukan ibunya atau adik perempuannya. kebayang gak???

  24. Presiden SBY dan para pejabat di Jakarta
    bertanggung jawab kepada Alloh SWT
    atas prilaku rakyatnya.

    Pihak Rektor copot saja mahasiswa tadi

    kita prihatin atas pergaulan kampus yang terlalu bebas
    sekarang ini.

    Kampus hanya ngurus otak saja
    tapi NOL masalah moral.

    untuk apa pinter kalo bejad

  25. ngesex kok gak ajak-ajak sih

  26. emang sex bebas sekarang dah meraja lela, harus pinter pinter menjaga diri keluarga ma saudara pokoknya :)

  27. i am afraid, my girlfriend is studying in that college. is there a place that could be safe for female students?

  28. ancurrrrrrrrrrrrrrr

  29. morale asu, pikirane iblis….fuck u mahasiswa bejat

Tinggalkan Balasan